Senja

 

GSP seperti biasanya ramai dengan orang-orang yang berolahraga. Beberapa ada yang berlari, beberapa ada yang santai berjalan, dana beberapa pula ada yang sibuk berlompat-lompat. Baju mereka dibasahi oleh keringat dan peluh, napas mereka terengah.

Aku terduduk diam memerhatikan segala tingkah orang-orang di sekelilingku sore itu. Sendiri aku menikmati sore di GSP. Sepi memang kurasa, tetapi aku menikmati kesepian itu, ditengah riuh pelari amatir di GSP. Pandanganku menyapu cakrawala yang terhampar luas di atas kepalaku. Merah jambu, warna itu tersuguh indah untuk sekadar dinikmati oleh mata telanjangku.

Perlahan aku merasakan sesuatu menyentuh pipiku dengan lembut. Ah… angin sore itu, selalu saja datang tanpa permisi dan dengan lembut mengusik tubuhku. Merinding rasaku. Angin itu, dia datang diam-diam dan pergi cepat dalam senyap. Mirip dia?

Orang-orang masih saja sibuk dengan berbagai aktivitas mereka dan aku pun masih sibuk memerhatikan mereka sembari memutar pikiran akan rentetan tugas-tugas yang masih menunggu untuk diselesaikan. Mataku terpejam. Aku ingin sekali pikiran ini berhenti setidaknya untuk sore itu menikmati apa yang ada di hadapanku, tetapi ia masih dengan rasionalnya berjalan dan enggan beranjak dari ingatan tentang tugas.

Dan akhirnya sadarku pulalah yang menyudahi senjaku. Membangkitkanku dari lamunku untuk bangkit dan bergegas menuju sepeda motorku yang masih diam terparkir disisi lapangan.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: