ATMOSPHERE by Netrajapu 2017

Hari itu, Kamis 11 Mei 2017, aku bersama Babit, sang motor matik idolaku, sengaja berkunjung ke salah satu pameran yang bernama Atmosphere dari kelompok Netrajapu yang berlokasi di Bentara Budaya Yogyakarta.

Datang sendiri menuju pameran memang telah menjadi kebiasaan ku selama berkuliah di kota gudeg ini. Disuguhkan dengan berbagai penampilan kreativitas warga dan pendatangnya, membuat kota ini menjadi begitu istimewa bagiku. Kekayaan budaya yang dimiliki oleh bangsa ini seakan berlomba-lomba dipamerkan dalam kota mungil yang kian beranjak metropolis ini.

Kesan pertama yang kutangap adalah sepi. Ya pameran itu begitu sepi. Jangan harap gedung pameran yang megah dan mewah beserta koleksi karya yang mencapai juta-jutaan, bahkan pengunjung pun tidak banyak. Aku hanya melihat empat orang berkunjung di dalam ruang pameran, termasuk diriku dan satu “putri daerah dari tanah timur” yang sibuk asik bermain smartphone yang dimiliknya ketimbang menyambut kedatangan pengunjung pameran. Tetapi, dasarlah diriku yang acuh, aku hanya mengisi data diri seadanya dan mulai melihat-lihat karya yang dipamerkan.

Entah mengapa, aku menyukai suasana pameran malam itu. Kesunyian yang kurasa, nyatanya tidak membuat diriku meremehkan kualitas pameran tersrbut. Sebaliknya, aku sangat menikmatinya dan mengaguminya. Di depan karya, aku terdiam sejurus kemudian menyungginkan senyum diujung bibirku. Karya yang dipampang memang sejalan dengan tema yang menjadi dasar pameran tersebut, karya yang menggambarkan hubungan antara Jawa dan Papua, walau lebih banyak memang lebih mengekpose kondisi di tanah cendrawasih.

papua man

Salah satu karya yang memukau penglihatanku adalah karya Eiwand Suryo yang berjudul “Papua Man… How Are U”. Dalam karyanya aku dapat memandang seorang potret laki-laki Papua yang berwajah khas dengan elemen-elemen penyusunnya adalah gambar-gambar tentang situasi dan kondisi yang terjadi dan berada di Papua. Aku pribadi tidak pandai menilai karya, tetapi aku mampu menikmati karya beliau dengan caraku. Aku cukup memahami pesan yang ingin beliau sampaikan dalam karyanya dan bagiku, beliau mampu menyampaikan pesan tersebut dengan jelas.

diatas tanah emas yang kacau

Karya selanjutnya adalah karya yang mengangkat cerita tentang kondisi tanah Papua yang mengandung emas di dalam tanahnya, tetapi permukaan tanah tersebut masih kacau-balau. Begitu kayanya hasil bumi yang dimiliki oleh tanah Papua tidak diimbangkan dengan pembangunan yang merata di tanah Papua sendiri, yang bahkan digambarkan oleh sang kreator sebagai keadaan yang belum teratur dan terurus.

harmonisasi

Terakhir, aku melihat sebuah karya wayang yang menggambarkan pertemuan orang Jawa dan orang Papua yang berlatar belakang Tugu Jogja serta disampingnya terdapat seorang wayang penari wanita yang sedang menarikan tarian khas Jogja dan diiringi oleh pemuda yang memegang alat musik tifa khas Papua. Sebuah pengejawantahan keharmonisanuntuk  hidup berdampingan dalam suatu kota yang istimewa ini.

Karya terkahir ini menyimpan sejuta pesan bagi setiap kita yng melihatnya. Terlepas isu-isu perpecahan dalam bangsa Indonesia, isu perselisihan suku Jawa dan Papua yang terdapat di kota gudeg ternyata telah menjadi isu klasik yang kian tahun kian santer terdengar. Banyak penyebab yang menyebabkan gesekan sosial ini terjadi dan selama ini itu pula kota yang dijuluki “Indonesia mini” memendam rasa sakit akibat perpecahan ini.

Siapakah yang salah? Siapakah yang harus dibela?

Mengingat pepatah yang berkata, di mana kaki berpijak, di situ langit dijunjung maka hendaklah demikian kita hidup berdampingan satu sama lain dan menjaga keutuhan bangsa ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: