Untukmu yang Lelah Bekerja

Senin, 24 April 2017

Selamat merayakan Isra Mi’raj bagi teman-teman yang merayakan. Semoga di hari yang istimewa ini, kita dapat semakin taat pada apa yang telah Allah sadbdakan pada Umat-Nya melalui Nabi Muhammad, yakni menunaikan shalat lima waktu.

Aku sering melihat teman-temanku yang dengan rajin menunaikan shalat lima waktunya dalam berbagai kesibukannya sehari-hari. Namun, tidak jarang pula temanku yang menunda-nundakan shalatnya. Setiap manusia memang memiliki pemahaman yang berbeda dan setiap manusia pun memang berhak memilih apa yang dikehendakinya.

Berbicara tentang shalat, aku memang tidak pernah melaksanakan shalat, karena memang aku tidak diwajibkan untuk melakukan itu dalam agamaku. Akan tetapi, aku diajak untuk berdoa. Memang ada beberapa perbedaan yang aku lihat antara diriku yang hendak berdoa ataupun bersaat teduh dengan beberapa temanku yang hendak melaksanakan shalat wajibnya. Apapun perbedaannya, yang terpenting adalah Allah ingin mengajarkan umat-Nya untuk selalu mengingat-Nya dalam hidup. Manusia adalah makhluk-Nya yang lemah dan pasti membutuhkannya maka Allah berkenan untuk ditemui dan diajak berdialog, karena Ia paham dan Ia ingin dekat pada kita bersama kita dan membantu kita.

Terkadang dalam doa, semua hal kita ungkapkan dengan berbagai ekspresi. Tidak salah dan memang tidak ada larangan. Doa adalah sebuah bentuk relasi dengan Allah. Tidak jarang, setiap kita merasa lelah pun, doa menjadi jurus terjitu untuk melepaskan dan mengikhlaskan segala problematika hidup. Saat tubuh dan pikiran lelah dengan berbagai tuntutan dan tanggung jawab maka selalu ada tangan yang terlipat ataupun tengadah untuk dapat berbagi kisah pada-Nya. Saat tidak ada tepuk tangan ataupun penghargaan bahkan sekadar ucapan terima kasih maka doa yang naik dengan penuh keihklasan menjadi sebuah pesan ucapan terima kasih dari Allah pada umat-Nya yang telah berkarya dalam hidup yang dikaruniakan-Nya. Lantas, apakah yang lebih membahagiakan daripada ungkapan terima kasih dari Sang Penguasa jagad raya? Maka dengan sendirirnya hati ini akan bersyukur da memunculkan sebuah kesukacitaan sehingga setiap aku dan kamu pun dapat berkata, “Bekerjalah dengan ikhlas bagai gula di dalam kopi. Tidak perlu dipuji, yang penting terus berusaha sepenuh hati.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: