Kebebasan dalam Keindahan

Tidak sedikit orang yang menganggap diriku memilih jurusan kuliah yang salah. Benarkah? Akukah yang salah? Jurusankukah yang salah?

Pertanyaan yang mengusikku dari waktu ke waktu dan kian menguat, menggempur tembok pikiran yang serba terbatas. Tidak nyaman aku berada di tempat itu? Ya kukatakan, tapi apalah manuisa tanpa uang? Aku belajar demi uang. Aku belajar demi kerja dan berpenghasilan maka aku hidup. Terdengar matrealistis bukan? Hey kawan, ku hanya mencoba realistis.

Sisi lain diriku berloncat-loncatan. Gelisah sisi ini karena terus dibelenggu oleh rumus dan angka-angka yang sudah muncul dari jaman kuda gigit besi. Kekakuan dan kebosanan itu mengahantui sisi lainku dan mematikan keindahan alam imajinasiku. Aku ingin bebas… walau sejenak.

Musik itu mengalun lembut. Tak paham memang aku dengan nada apa yang dimainkan, tetapi satu bagian dalam sisi lainku mulai beristirahat dalam keteduhan musik ini. Musik yang dapat membawaku berimajinasi tentang mewahnya dunia barat dan kebebasannya.

Ah… ini musik lainnya. Kali ini aku banyak mendengar instrumen gitar. Teduh memang kedengarannya. Begitu nikmat didengarkan bersama dengan rintik-rintik hujan yang jatuh bergantian menimpa atas kosanku. Liriknya aneh, bukan kupikir, Ini musik kebebasan kawan. Dengarkan, lirik ini tidak akan dapat kamu pahami sekilas, dengarkan lebih dalam kawan. Ini bukan tentang cinta monyet dan patah hati karna putus cinta. Musik ini bukan untuk pasar. Musik ini tercipta untuk mereka yang ingin menikmatinya. Dan satu lagi bagian dalam sisi dalam sisi lain diriku pun kembali menenang.

Panggung itu gelap, kemudian temaram, perlahan bermunculan orang -orang dengan kostum dan dandanan menor. Sesekali terdengar percakapan yang menyentil beberapa pihak dalam kehidupan, sesekali pula terlihat lakon-lakon orang di panggung. Percakapan itu terdengar aneh, namun khas. Aku tidak dapat menemukan ini di kelas, tetapi aku dapat menemukan lakon mereka dalam panggung gelap ini. Lihat, panggung ini hanya sebentar, tetapi coba rasakan semangat perubahan yang hendak dibawanya dalam diri… Menggema kawan. Kau merasakannya? Satu bagian dalam sisi lain diriku dapat merasakannya.

Aku tidak perlu harus berpusing ria dalam mendalami makna guratan-guratan kuas dalam kanvas ataupun pahatan dari karya ini. Tidak. Aku hanya butuh menikmatinya dengan hati yang tenang dan senang. Banyak pesan yang memiliki makna dan filosofi yang mendalam tentang sebuah karya yang kini berada di hadapanku, tapi… inilah aku. Aku puas dengan keindahan dan kemampuan sang maestro seni ini membuat diriku terpukau dengan hasil karyanya.Β  Kebebasan dalam mengekpresikan pikiran yang menghasilkan sebuah karya indah adalah ciptaan manusia terindah yang dapat aku terima dan apresiasi. Aku harap, aku dapat melakukan hal ini bersama dengan sisi lain diriku, hingga ia dapat kembali tenang.

Lihat! Mereka sedang berjoget! Kostum mereka unik. Wajah mereka menor. Mereka mirip dengan pelakon dalam panggung gelap itu, tetapi mereka tidak bercakap-cakap. Mereka hanya tersenyum dan mata mereka yang berbicara. Musik senantiasa menemani setiap gerakan tubuh mereka seakan saling menyelaraskan. Aku terpukau kawan. Dan kembali, sisi lain diriku kembali menikmati keindahan ini.

Bebas. Tidak ada jurnal, tidak ada sitasi, dan tidak ada batasan masalah ataupun hal-hal akademik lainnya. Aku hanya ingin sebuah kebebasa. Kebebasan yang bertanggung jawab. Melepaskan sebagian sisi diriku yang dibelenggu oleh tanggung jawab akademik yang monoton. Ini salah? Bukan. Ini pelarian? Kau bilang bisa begitu. Namun bagiku, ini adalah keseimbangan. Keseriusan adalah keterbatasan dan keindahan adalah kebebasan. Bak mata uang yang memiliki dua sisi, begitulah setiap manusia. Dunia manusia dalam dirinya bisa jadi dua, atau tiga, atau empat, atau banyak lainnya, tetapi semua dalam satu raga, satu pikiran, dan satu jiwa, bahan satu hati, aku pun demikian. Maka untuk satu sisiku, aku mengusahakan sebuah kebebasan yang dipandang sebelah mata oleh dunia.

tumblr_o6b12ixzuu1sxodsao1_500

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: