Puji Tuhan, Alhamdullilah

Setelah berminggu-minggu rasa lelah mengerjakan laporan kerja praktik dan revisian-revisiannya, akhirnya aku dapat mendapat peristirahatan sejenak. Pada tanggal 17 april 2017 aku sudah berhasil melalui ujian kerja praktik yang berbentuk mini sidang, di mana di dalam ruangan berukuran sekitar 3×3 m aku harus mengalami pembantaian dari dua dosen yang berjajar apik di hadapanku. Adalah Bapak J selaku dosen penguji dan Bapak E selaku dosen pembimbing.

Selama kurang lebih 1,5 jam aku menghabiskan waktu di dalam ruangan itu untuk mengalami berbagai-bagai hal yang dapat membuatku mual untuk membayanginya kembali. Tidak! Jangan paksa aku untuk mengingatnya.

Dosen itu “ITU”

Teman-teman pernah berpikir seperti ini “ah dosen A itu baik dan dosen B itu galak” atau “ah dosen C mah santai aja, kalau dosen B tuh baru harus detil”. Well, setelah aku mengalami sendiri, aku dapat mengatakan bahwa coba buang pemikiran seperti itu. Sikap dosen saat mengajar mahasiswa di dalam kelas bisa jadi sangat berbeda saat di luar ruangan dan di dalam ruang ujian. Tidak semua dosen yang dianggap baik dan manis di kelas, akan berlaku demikian saat bimbingan ataupun menguji, begitupun sebaliknya. Nggak percaya? Aku paham. Tapi, silakan dicoba.

Pembantaian 1,5 jam

*SKIP*

Revisian Memanggil

Aku ingat sebuah lagu yang kadang dinyanyikan saat ibadah di gereja berbunyi seperti ini, “Tuhan memanggilmu hai dengarlah; Apapun yang terbaik ya b’rikanlah; dan jangan kau kejar homrat semu; B’ri yang terbaik kepada Tuhanmu“. Kalau aku ingat lagu itu, rasanya akan sangat cocok untuk mengingatkanku pada panggilan revisian yang meraung-raung dari kertas laporan kerja praktik yang aku simpan dengan rapihnya di kolong tempat tidur. Walaupun ujian kerja praktik sudah selesai, akan tetapi perjuangan masih belum berhenti. Perjuangan masih berlanjut untuk menyelesaikan revisian. Kata siapa mengerjakan revisian itu mudah? KATA SIAPA? Tetapi daripada mengeluh maka akan lebih baik dikerjakan dan diselesaikan.

Terima Kasih Semua

Kalau dalam laporan terdapat ucapan terima kasih yang bersifat formal dan dibuat-buat, pada tulisan ini aku hanya ingin mengungkapkan terima kasih yang tulus pada orang-orang yang telah membantuku menyelesaikan tanggung jawabku ini.

Mama-Papa: Terima kasih ya, walaupun kalian tidak pernah menanyakan kabar laporan kerja praktikku, tetapi aku berterima kasih pada kiriman uang untuk ngeprint laporannya. Walaupun kalian juga baru tahu kalau laporan kerja praktik itu diketik dan bukan ditulis tangan, tapi akhirnya kalian paham kenapa akhir-akhir ini anakmu jadi sedikit sensitif dan emosian kalau dihubungi.

Uty-Wewe-Herlin-Alsha: Kalian memang hampir selalu ada di berbagai kesempatan untuk menghibur dan menyemangai serta berbagi beban saat laporan terasa semakin berat untuk digarap. Sekarang aku paham bahwa ada satu ungkapan yang sering aku dengar “kamu akan menemukan teman sejati saat kamu duduk di kuliah”. I found you girls. Tugas kita belum selesai, who will be the first to get married among us?

Mas-mas fotokopian: Teruntuk mas-mas fotokopian yang ada disepanjang deket kosanku, aku mengucapkan terima kasih atas jasanya yang amat sangat membantuku merampungkan laporan hingga dapat dicetak. Tanpa usaha kalian dan mesin-mesin ajaib tersebut, apalah dayaku yang hanya dapat mengetik tanpa mecetaknya ke dalam lembaran-lembaran kertas putih.

AA’ Burjo: Dari sekian banyak aa’ burjo yang membuka gerai burjo (yang kebanyakan tidak menjual bubur kacang ijo), aku ingin mengungkapkan ucapan terima kasih pada aa’ burjo depan kosan yang suka aku ganggu untuk membuat nasi goreng telur ceplok mateng tidak pedas. Tidak peduli jam berapapun aku minta dibuatkan, aa’ selalu bersedia membuatkannya dengan ramah. Makasih a’.

PLN: Makasih ya buat listriknya. Tolong kalau ada pemadaman jangan lama-lama dan tolong kalau bisa ada pemberitahuan lebih awal karena laptop saya tidak ada batterry nya.

DINDADO: Demi kalender yang ada di meja belajar kalian, aku sangat ingin berterima kasih kepada sahabat ku yang satu ini. Walaupun ia hampir tidak pernah ada untuk menghiburku saat aku mengerjakan laporan kerja praktik, tetapi kehadirannya saat aku selesai ujian kerja praktik sambil membawa se-boquet bunga sangat menghilangkan stressku. Thanks for your coming, sist.

Sukses TIP’14

Terakhir aku hendak mengucapkan selamat dan sukses untuk TIP 014 yang sebagian besar telah berhasil menyelesaikan ujian kerja praktik. Kini satu ujian telah dapat kita lalui, masih ada beberapa ujian-ujian lainnya yang menanti kita sebagai mahasiswa tua. Tetap semangat dan tetap kompak.

136

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: