Rehat KP Sejenak

Lama rasanya aku tidak menulis lagi di blog pribadiku. Bukan karena malas, hanya saja akhir-akhir ini waktuku lebih banyak terpakai untuk mengurusi kuliahku dan laporan kerja praktikku. Setelah menyelesaikan kerja praktikku di PT INDOLAKTO, aku bertugas untuk menyusun laporan kerja praktik yang nantinya akan dipresentasikan di depan dosen pembimbing dan dosen penguji. Dan hal ini lah yang cukup membuatku khawatir.

Menyusun sebuah laporan yang kalau boleh dibilang mini skripsi memang susah-susah gampang. SUSAH SUSAH GAMPANG. Susahnya dua kali, gampangnya sekali. Ya! Tidak bermaksud untuk melebih-lebihkan, hanya saja aku kini paham kenapa mahasiswa kalau sedang nggarap skripsi itu suka mager. Aku paham sekarang rasanya. Sebenarnya mungkin tidak terlalu susah, atau bahkan kita sendiri suka dengan tema kita, tetapi berbeda dengan DOSEN PEMBIMBING!

Dosen pembimbing itu suka aneh-aneh. Bagiku, aku tidak terlalu cocok dengan dosen pembimbingku. Beliau adalah orang yang sangat dingin dan menyukai fakta, bukan opini. Semua informasi harus dapat dikuantifikasikan, tidak boleh kualitatif karena menurut beliau hal tersebut tidak akurat. Well, kalau aku ibaratkan, dosenku adalah pacar yang selalu menuntut kejelasan apabila pacarnya ijin tidak nemenin malam mingguan. Kalau nonton bola, bahkan harus foto bareng sama pemain bolanya di lapangannya sekalian sambil pegang bola yang udah ditandatangan sama wasit lapangan. Nah!

Aku pribadi tidak bermaksud untuk menjelek-jelekkan dosenku, hanya saja aku cukup menyayangkan mengapa aku tidak mendapat dosen pembimbing yang dapat benar-benar “membimbingku”. Membimbing, bukan hanya menjelekkan hasil laporanku tanpa memberikan masukan. Apakah karena laporanku tidak mengandung perhitungan? Entah…

Apakah aku bodoh karena tidak pandai berhitung? Apakah dia hebat karena dapat berhitung dan menguasai program komputer? Pertanyaan-pertanyaan itu seringkali muncul dalam benakku dan membuatku tidak dapat membendung perasaan betapa kecilnya aku dibanding teman-temanku. Apalagi dibandingkan dengan kemampuan dosen yang mampu menempuh pendidikan sampai bergelar-gelar. Sebodoh itukah diriku? Entah… tetapi aku selalu berusaha untuk percaya bahwa setiap manusia istimewa, cerdas dalam setiap bidang dan talentanya serta  tidak pantas untuk disepelekan, karena Tuhan pun tidak. Siapakah kita yang berani menyepelekan orang lain, sementara kita semua adalah sama-sama ciptaan-Nya.

Aku pun kerap merenung dalam diamku, aku memikirkan tentang kehidupanku dalam jurusan yang aku jalani. Ini memang bukan jurusan yang aku pilih, tapi kini aku pun harus menjalaninya dengan segala konsekuensinya. Berusaha bersyukur dan menerima segalanya dengan ikhlas serta terus percaya bahwa semua sudah diatur oleh Nya.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: