Women’s Day

Tepat pada hari ini, 8 Maret 2017, diperingati sebagai hari perempuan sedunia. Sebagai wanita, harusnya aku merayakan hari ini. Yup. Seharusnya! Namun sayangnya aku masih lebih sibuk daripada sekadar mengagung-agungkan genderku di hari yang katanya hari wanita sedunia. Bukan aku tidak senang, bukan aku tidak peduli, tetapi memang nyatanya aku pun sebagai wanita lebih memerlukan pengakuan dalam keseharian dibandingkan ceremonial sehari.

eleanorroosevelt1

Memang masih banyak sekali kasus di masyarakat  yang melibatkan gender, seperti kasus pemerkosaan yang masih lebih menyalahkan kaum perempuan karena berpakaian tidak senonoh ataupun bepergian sendirian, sehingga menimbulkan kesempatan pada oknum pelaku kejahatan. Belum lagi beberapa kejadian SPG yang menggunakan pakaian serba SANGAT minim untuk ‘memikat’ calon pembeli. Serta beberapa pekerjaan yang diperuntukkan hanya untuk kaum laki-laki dan tidak jarang pula beberapa wanita yang terpaksa berhenti bekerja karena tidak diizinkan pasangannya. Banyak memang kasus ataupun kejadian yang erat kaitannya dengan kesetaraan gender.

Bagi diriku sendiri,  salah satu hal terindah yang ada di dunia dan terjadi pada diriku sendiri  adalah diperlakukan sebagai wanita, sebagaimana diriku yang adalah wanita. Bukan berarti menuntut bahwa aku adalah wanita yang selalu benar, tetapi bagaimana memperlakukan diriku sebagai wanita, menghormati hak-hak diriku sebagai wanita. Aku rasa, hal tersebut adalah hal yang ingin didapatkan oleh setiap wanita.

Mengenai kesetaraan gender, aku pun selalu mendukung hal tersebut. Aku percaya bahwa wanita dan laki-laki diciptakan sepadan oleh Sang Maha Pencipta, tetapi tetap dengan kodratnya masing-masing. Oleh sebab itu, mengapa manusia mencoba membatasi kemampuan masing-masing gender dan menganggap gender satu lebih tinggi atau lebih baik daripada yang lain?

oscarwilde118826

Tak dapat dipungkiri bahwa terkadang nilai budaya pun mempengaruhi pemikiran terhadap salah satu gender, terutama wanita. Wanita harus berprilaku halus, tidak pulang terlalu malam, tidak boleh makan terlalu banyak, ataupun tidak boleh tertawa terlalu keras.  Tidak salah memang kalau budaya akan mempengaruhi cara berpikir ataupun cara pandang terhadap gender. Tetapi, sebagai manusia yang hidup di era globalisasi, aku pun tidak sekadar memilih budaya sebagai landasanku dalam berpikir mengenai gender. Wanita dan laki-laki adalah tetap sepadan, tidak ada seorang laki-laki pun yang dapat menghalangi ataupun melarang diriku/dirimu melakukan sesuatu hal selama hal itu adalah postif, dan jangan sampai ada seorang pun yang menghalangi kebahagiaanku/kebahagianmu dalam melakukan sesuatu selama itu tidak merugikan sesama apalagi orang yang melarangmu pun tidak memberikan contoh yang lebih baik. Abaikan!

Terbiasa dengan kehidupan sebagai wanita yang mandiri, telah membentuk pola pikirku untuk tidak menyerah terhadap gender diriku. Sekalipun aku wanita, aku pun akan mampu melakukan berbagai hal, ini dan itu.Laki-laki bisa bekerja, wanita pun; laki-laki bisa bersekolah, wanita pun; laki-laki bisa menjadi dosen, wanita pun; laki-laki bisa menjadi teknisi, wanita pun; wanita bisa menjadi kapster salon, laki-laki pun;  wanita bisa menjadi perancang busana, laki-laki pun. Banyak hal yang dapat dilakukan oleh kedua gender tanpa harus mengidentikan suatu kegiatan dengan salah satu gender.

woman power_coverMenjadi wanita karir ataupun menjadi ibu rumah tangga adalah kedua hal yang sama-sama baik dann mulia. Akan tetapi, keduanya akan menjadi tidak baik apabila dipaksakan. Wanita selayaknya bebas menentukan tujuan hidupnya, entah wanita tersebut nantinya akan berpikir untuk dirinya sendiri ataupun orang-orang diskitarnya, selayaknya wanita tidak pantas diatur ataupun dikekang dalam menentukan masa depannya. Nasihat diberikan bukan sebagai perintah, tetapi sebagai saran ataupun masukan. Aku pun percaya, banyak wanita tangguh yang mampu melakukan kedua hal tersebut dengan baik. Tidak melupakan kodrat dan tanggung jawab serta kemapuan yang dianugerahkan Tuhan adalah kunci bagi seorang wanita untuk menentukan masa depannya.

Selamat Hari Wanita wahai Nona-nona Bangsa Indonesia.

 

Sumber gambar:

https://www.pinterest.com/

https://www.brainyquote.com/

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: