Balada KP #4 (Akhir)

Minggu lalu, aku memang tidak memposting tulisanku mengenai pengalaman kerja praktikku. Bukan karena aku tidak ada pengalaman menarik, hanya saja minggu lalu aku dan keluargaku sedang berduka karena kepergian omaku untuk selamanya. Kini aku akan mencertitakan pengalaman kp minggu terakhirku di Jakarta.

Menjalani pengalaman kerja praktik di Jakarta memang aku akui menjadi sebuah hal yang tidak akan dapat terlupakan. Banyak hal yang semula tidak masuk akal bagiku, kini terasa sangat masuk akal bagiku, sesederhana tidur di bus kota. Dulu aku tidak begitu mengerti mengapa orang-orang bisa tidur di bus yang bergoyang-goyang dan melewati pemandangan kota Jakarta yang besar dan megapolitan, di mana deretan gedung pencakar langit memamerkan kemegahannya. Jujur, sampai sekarang aku pun masih kagum dengan gedung-gedung tinggi di Jakarta dan aku seperti masih tidak rela untuk melewatkan pemandangan tersebut. Namun, setelah aku merasakan sendiri betapa waktu tidur adalah hal yang langka dan berharga, aku pun lebih memilih untuk tidur di bus ketimbang melihat pemandangan yang selama ini aku kagumi.

Posisi tempat duduk dalam bus kota juga menentukan kenyamanan dalam “istrahat” dalam bus. Kalau aku pribadi akan lebih suka untuk memilih tempat duduk yang terletak di antara bagian depan bus dan bagian tengah bus. Bagian tersebut adalah bagian yang cukup pas bagiku untuk dapat beristirahat. Alasan aku tidak terlalu suka duduk di bangku terdepan karena aku dapat melihat kondisi jalanan yang tidak jarang sangat padat dan membuat kepalaku pusing. Alasan aku tidak memilih bangku di bagian tengah karena disanalah biasanya pengamen akan bernyanyi, sehingga suaranya dapat terdengar, baik untuk penumpang yang duduk di bagian depan maupun di bagian belakang. Jangan tanya sudah berapa kali aku hampir saja kelewatan untuk turun dari tempat tujuanku karena ketiduran.

Selain perjuangan di perjalanan menuju kantor, aku pun menemukan hal-hal baru tentang dunia kerja di tempat kerja yang sesungguhnya, diantaranya aku menemukan bagaimana seorang karyawan bekerjasama dengan karyawan lainnya dalam satu ruangan dan memendam sebuah kejengkelan satu sama lain karena ketidaksesuaian dalam cara kerja; Bagaimana kinerja pekerja yang selalu mengeluhkan pekerjaannya yang banyak padahal sebenarnya tidak telalu banyak apabila dianalisis dengan metode pengukuran beban kerja; Bagaimana sifat pekerja satu dengan yang lainnya dalam menyelesaikan suatu masalah; Bagaimana lingkungan suasana kerja yang dibangun antarpekerja dalam suatu ruang kerja; Bagaimana sebuah status sosial berdasarkan jabatan sangat terasa dalam lingkup dunia kerja; Bagaimana sikap karyawan saat atasan sedang tidak berada di kantor; Serta bagaimana sifat atasan kepada anak buahya. Selain macam-macam perilaku yang dilakukan oleh masing-masing pekerja, aku pun dapat mengetahui bahwa sebenarnya tidak semua hal yang dijelaskan oleh teori, mampun diterapkan dalam kegiatan industri sehari-hari. Dan yang pasti, aku pun jadi tahu apa saja macam-macam tugas di dunia kerja.

Dari sekian banyak hal yang aku temukan setelah aku melakukan kerja praktik ini, aku pun akhirnya menemukan sebuah kesimpulan bahwa kalau boleh aku lebih memilih untuk bekerja selain di kota JABODETABEK.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: